Banyak kandidat IELTS mencurahkan sebagian besar waktu persiapan Speaking mereka untuk menghafal kosakata canggih dan mengasah tata bahasa. Meskipun penting, mereka sering kali melupakan Fluency and Coherence (FC), kriteria yang menyumbang 25% dari total skor Speaking Anda.
Memiliki kosakata luas tidak ada gunanya jika Anda tidak bisa menyampaikannya dengan lancar. Memiliki tata bahasa sempurna juga tidak akan menolong jika argumen Anda melompat-lompat dan sulit diikuti. Memahami dan melatih FC secara spesifik adalah kunci untuk membuka potensi skor Anda yang sebenarnya.
Apa Arti Sebenarnya dari 'Fluency' dan 'Coherence'?
Mari kita bedah kedua komponen ini.
Fluency (Kelancaran)
- Bukan Berbicara Cepat: Kesalahpahaman paling umum adalah bahwa kelancaran berarti berbicara secepat kilat. Ini salah. Kelancaran adalah kemampuan untuk berbicara dengan kecepatan yang alami dan merata, tanpa jeda panjang yang tidak wajar yang mengganggu alur komunikasi.
- Minimalkan Keraguan (Hesitation): Ini tentang mengurangi jeda yang disebabkan karena Anda mencari-cari kata atau struktur grammar di dalam kepala. Jeda singkat untuk berpikir itu normal, tetapi jeda hening yang panjang akan menurunkan skor Anda.
- Kemampuan Berbicara Panjang Lebar: Terutama di Part 2, kelancaran dinilai dari kemampuan Anda untuk terus berbicara tentang sebuah topik selama 1-2 menit tanpa berhenti.
Coherence (Koherensi)
- Keterhubungan Ide: Ini adalah tentang seberapa logis Anda menghubungkan satu ide dengan ide berikutnya. Apakah argumen Anda mudah diikuti oleh pendengar (examiner)?
- Struktur yang Jelas: Jawaban yang koheren memiliki awal, pertengahan, dan akhir yang jelas.
- Penggunaan Perangkat Kohesif: Ini adalah penggunaan kata atau frasa penghubung (linking words dan discourse markers) untuk menandai hubungan antar ide (misalnya,
however,for example,as a result).
Teknik Praktis untuk Meningkatkan Fluency
Kelancaran adalah hasil dari kebiasaan. Berikut cara membangunnya.
1. Berpikir dalam Bahasa Inggris Berhentilah menerjemahkan dari bahasa ibu Anda di dalam kepala. Proses terjemahan inilah yang menyebabkan jeda dan keraguan. Mulailah dari hal kecil: saat Anda melakukan aktivitas sehari-hari, coba deskripsikan dalam hati menggunakan bahasa Inggris. "Okay, now I am opening the refrigerator. I think I'll have a glass of milk."
2. Latihan "One-Minute Topic" Setiap hari, ambil satu benda acak di sekitar Anda (misalnya, pulpen, cangkir, jendela) atau topik acak. Bicaralah tentang itu selama satu menit penuh tanpa berhenti. Tujuannya bukan kesempurnaan, tetapi aliran bicara yang kontinu.
3. Rekam Diri Anda Ini mungkin terasa canggung, tetapi ini adalah alat diagnostik terbaik. Rekam diri Anda saat berlatih menjawab pertanyaan IELTS. Dengarkan kembali dan perhatikan: Di mana Anda berhenti? Seberapa sering Anda mengucapkan "umm" atau "aah"? Apakah kecepatan Anda tidak merata?
4. Teknik "Shadowing" Temukan audio singkat dari penutur asli (misalnya, dari TED Talk, BBC Learning English, atau podcast). Putar audio tersebut dan coba ucapkan kata-kata tersebut bersamaan dengan speakernya, tiru intonasi, ritme, dan kecepatannya. Ini melatih otot-otot mulut Anda untuk menghasilkan suara bahasa Inggris secara lebih alami.
Teknik Praktis untuk Meningkatkan Coherence
Koherensi adalah tentang memberikan "peta jalan" kepada pendengar Anda.
1. Kuasai Discourse Markers (Penanda Wacana) Ini adalah rambu-rambu lalu lintas dalam pembicaraan Anda. Jangan berlebihan, tetapi gunakan secara strategis.
| Fungsi | Contoh Frasa |
|---|---|
| Memberi Struktur | First of all..., The main point I want to discuss is..., Moving on to the next point... |
| Memberi Contoh | For instance..., To give you an example..., A case in point would be... |
| Menunjukkan Kontras | On the other hand..., However, in contrast..., While that may be true... |
| Menyimpulkan | So, in short..., To sum up..., Ultimately, I believe that... |
2. Gunakan Kerangka Jawaban Mental Memiliki struktur di kepala membantu Anda tetap pada jalurnya.
- Untuk Speaking Part 3: Gunakan kerangka A.R.E.A.
- A (Answer): Berikan jawaban langsung untuk pertanyaan tersebut.
- R (Reason): Jelaskan mengapa Anda berpikir demikian.
- E (Example): Berikan contoh spesifik untuk mendukung alasan Anda.
- A (Alternative): (Opsional) Pertimbangkan sudut pandang alternatif.
- Untuk Speaking Part 2: Gunakan metode PPF (Past, Present, Future) untuk memastikan Anda selalu punya sesuatu untuk dikatakan.
Jeda yang "Baik" vs. Jeda yang "Buruk"
Tidak semua jeda itu buruk. Kuncinya adalah membedakan antara jeda karena kebingungan bahasa dan jeda untuk berpikir.
- Jeda Buruk: Hening yang lama, terlalu sering "umm", "aah", "err", mengulang-ulang kata karena Anda kehilangan alur. Ini menunjukkan kesulitan dalam berbahasa.
- Jeda Baik (Alami): Menggunakan frasa pengisi (fillers) untuk memberi Anda waktu sepersekian detik untuk berpikir. Ini justru terdengar sangat alami.
"That's a very interesting question. Let me think for a moment...""Well, it's difficult to say for certain, but I would imagine that...""I haven't really thought about that before, but on balance, I'd say..."
Menggunakan frasa ini menunjukkan bahwa Anda sedang memproses sebuah pertanyaan yang kompleks, bukan karena Anda tidak bisa menemukan kata-kata dalam bahasa Inggris.
Kesimpulan
Fluency dan Coherence bukanlah bakat, melainkan keterampilan yang bisa dilatih. Daripada hanya fokus pada apa yang harus dikatakan, mulailah fokus pada bagaimana Anda mengatakannya. Lakukan latihan berbicara setiap hari, rekam suara Anda, dan gunakan kerangka untuk menyusun ide-ide Anda. Dengan pendekatan yang konsisten, Anda akan terdengar lebih lancar, lebih logis, dan lebih meyakinkan di hari tes Anda.
