Dalam kriteria penilaian IELTS, Grammatical Range and Accuracy (GRA) memegang peranan penting. Untuk bisa melampaui Band 6, Anda tidak hanya harus menulis kalimat yang akurat, tetapi juga menunjukkan kemampuan untuk menggunakan berbagai struktur kalimat yang kompleks. Examiner mencari bukti bahwa Anda bisa mengontrol tata bahasa, bukan hanya menggunakan pola subjek-kata kerja-objek yang berulang-ulang.
Menguasai beberapa struktur canggih ini akan secara signifikan meningkatkan kesan akademis pada tulisan dan pembicaraan Anda. Panduan ini akan membedah tiga area kunci: klausa kompleks, kalimat kondisional, dan inversi.
1. Tulang Punggung Tulisan Akademis: Klausa Kompleks
Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki satu klausa independen (bisa berdiri sendiri) dan setidaknya satu klausa dependen (tidak bisa berdiri sendiri). Menggunakannya menunjukkan hubungan logis antar ide.
Klausa Adverbial (Adverbial Clauses)
Ini adalah klausa dependen yang berfungsi sebagai adverbia. Mereka menjawab pertanyaan seperti kapan?, mengapa?, di mana?, atau dalam kondisi apa?.
-
Klausa Konsesi (Clauses of Concession): Sangat berguna untuk menyajikan argumen yang seimbang.
- Kata Kunci:
Although,even though,while,whereas. - Contoh:
**Although** technology has connected the world in unprecedented ways, it has also led to a decline in meaningful face-to-face interaction.
- Kata Kunci:
-
Klausa Alasan (Clauses of Reason): Untuk menjelaskan penyebab.
- Kata Kunci:
because,since,as. - Contoh:
Governments should invest in public transport, **since** it would significantly reduce traffic congestion in major cities.
- Kata Kunci:
Klausa Relatif (Relative Clauses)
Ini digunakan untuk memberikan informasi tambahan tentang sebuah kata benda.
- Defining Clauses: Memberikan informasi esensial tanpa koma. Menggunakan
who,which,that,whose.- Contoh:
People **who exercise regularly** tend to have fewer health problems.(Klausa ini mendefinisikan "people" yang mana yang kita bicarakan).
- Contoh:
- Non-defining Clauses: Memberikan informasi ekstra yang tidak esensial, dan diapit oleh koma.
- Contoh:
The Eiffel Tower, **which is located in Paris**, is one of the most famous landmarks in the world.(Kita sudah tahu menara Eiffel yang mana, informasinya hanya tambahan).
- Contoh:
2. Menunjukkan Pemikiran Hipotetis: Kalimat Kondisional
Kalimat kondisional sangat krusial, terutama di Writing Task 2 (saat mengusulkan solusi) dan Speaking Part 3 (saat membahas situasi hipotetis).
Second Conditional: Situasi Tidak Nyata/Hipotetis
Digunakan untuk membicarakan situasi di masa sekarang atau masa depan yang tidak nyata atau tidak mungkin terjadi.
- Struktur:
If + Simple Past, ... would + infinitive - Kapan Digunakan: Saat menjawab pertanyaan seperti "What would you do if...?" atau saat memberikan rekomendasi.
- Contoh:
**If** the government **invested** more in renewable energy, our country **would be** less reliant on fossil fuels.(Kenyataannya, pemerintah saat ini mungkin tidak berinvestasi sebanyak itu).
Third Conditional: Penyesalan/Refleksi Masa Lalu
Digunakan untuk membicarakan situasi di masa lalu yang tidak terjadi, dan membayangkan hasil yang berbeda.
- Struktur:
If + Past Perfect, ... would have + past participle - Kapan Digunakan: Saat merefleksikan peristiwa masa lalu dalam konteks yang tepat.
- Contoh:
**If** the city **had implemented** stricter traffic regulations years ago, the congestion problem **would not have become** so severe.(Kenyataannya, regulasi itu tidak diimplementasikan).
Mixed Conditionals
Untuk pengguna tingkat lanjut, menggabungkan second dan third conditional menunjukkan penguasaan yang sangat tinggi.
- Struktur:
If + Past Perfect, ... would + infinitive(Sebab di masa lalu, akibat di masa sekarang). - Contoh:
**If I had taken** that job offer in Australia, I **would be** living in Sydney right now.
3. Gaya Bahasa Formal: Inversi (Inversion)
Inversi adalah membalik urutan subjek dan kata kerja bantu (auxiliary verb) untuk memberikan penekanan. Ini sangat formal dan efektif untuk membuat kalimat pembuka paragraf yang kuat.
Inversi dengan Adverbia Negatif
Saat kalimat dimulai dengan ekspresi negatif atau membatasi, kita melakukan inversi.
- Pola Umum:
Negative Adverbial + Auxiliary Verb + Subject + Main Verb - Contoh:
- Normal:
We rarely see such a clear correlation in social studies. - Inversi:
**Rarely do we see** such a clear correlation in social studies. - Normal:
I had never before been asked to give a presentation to so many people. - Inversi:
**Never before had I been** asked to give a presentation to so many people.
- Normal:
- Frasa Umum:
Not only... (but also),Under no circumstances...,Seldom...,No sooner... (than).- Contoh:
**Not only does** this policy reduce pollution, **but it also** creates green jobs.
- Contoh:
Inversi dalam Kalimat Kondisional (Tanpa 'If')
Ini adalah cara yang sangat canggih untuk menulis kalimat kondisional.
- Second Conditional:
Were I...(bukanIf I were...)- Contoh:
**Were the government to** lower taxes, it would stimulate consumer spending.
- Contoh:
- Third Conditional:
Had I...(bukanIf I had...)- Contoh:
**Had they known** about the risks, they would have chosen a different strategy.
- Contoh:
Cara Berlatih
- Satu per Satu: Jangan mencoba menggunakan semuanya sekaligus. Pilih satu struktur (misalnya, second conditional) dan fokuslah untuk menggunakannya secara akurat dalam 2-3 esai latihan Anda.
- Transformasi Kalimat: Ambil esai lama Anda. Cari kalimat-kalimat sederhana dan coba tulis ulang menggunakan struktur yang lebih kompleks.
- Analisis Bacaan: Saat Anda membaca artikel berita atau jurnal, perhatikan bagaimana penulis profesional menggunakan struktur-struktur ini.
Menguasai tata bahasa canggih bukan tentang pamer, melainkan tentang memilih alat yang tepat untuk mengekspresikan ide yang kompleks secara presisi. Dengan berlatih secara sadar, Anda akan mampu meningkatkan skor GRA Anda dan menunjukkan level kemahiran bahasa Inggris yang sesungguhnya.
