Jika ada satu keterampilan yang paling fundamental dan berdampak besar di seluruh bagian tes IELTS, itu adalah parafrase. Kemampuan untuk menyatakan kembali sebuah ide dengan menggunakan kata-kata dan struktur yang berbeda adalah inti dari komunikasi yang efektif dalam bahasa Inggris.
- Di Writing, Anda harus memparafrasekan pertanyaan di pendahuluan Anda.
- Di Reading, jawaban sering kali merupakan parafrase dari teks, bukan kata-kata yang sama persis.
- Di Listening, Anda perlu mengenali ide yang diparafrasekan antara apa yang Anda dengar dan apa yang Anda baca di lembar soal.
- Di Speaking, memparafrasekan pertanyaan examiner sebelum menjawab dapat menunjukkan pemahaman yang mendalam.
Menguasai seni parafrase bukan hanya tentang menghindari plagiarisme; ini tentang menunjukkan fleksibilitas dan kekayaan bahasa Anda. Mari kita bedah tiga teknik utama untuk melakukannya.
Teknik 1: Menggunakan Sinonim (Using Synonyms)
Ini adalah teknik yang paling jelas dan paling umum diajarkan. Idenya adalah mengganti kata-kata kunci dalam kalimat asli dengan kata-kata lain yang memiliki arti serupa.
- Contoh Sederhana:
- Asli:
The **number** of **people** who own cars has **increased**. - Parafrase:
The **quantity** of **individuals** who possess vehicles has **risen**.
- Asli:
Namun, teknik ini memiliki jebakan yang berbahaya.
Peringatan Keras: Hindari Penyalahgunaan Thesaurus!
Banyak kandidat membuka thesaurus, mencari sinonim untuk setiap kata, dan memasukkannya ke dalam kalimat. Ini sering kali menghasilkan kalimat yang terdengar aneh dan tidak alami karena banyak sinonim memiliki nuansa makna atau konteks penggunaan (kolokasi) yang berbeda.
- Contoh Buruk:
- Asli:
This is a **big** problem. - Thesaurus untuk "big":
large,huge,enormous,colossal,mammoth. - Parafrase Aneh:
This is a **colossal** problem.(Terdengar terlalu dramatis dan tidak wajar untuk kebanyakan konteks esai).
- Asli:
Aturan Emas: Hanya gunakan sinonim yang Anda 100% yakin arti dan penggunaannya dalam konteks tersebut. Lebih baik mengulang satu kata daripada menggunakan sinonim yang salah.
Teknik 2: Mengubah Bentuk Kata (Changing Word Form)
Teknik ini lebih canggih dan lebih aman daripada hanya mengandalkan sinonim. Idenya adalah mengubah kelas kata dari sebuah kata kunci, misalnya dari kata benda menjadi kata kerja, atau dari kata kerja menjadi kata sifat.
-
Contoh 1: Kata Benda -> Kata Kerja
- Asli:
There was an **increase** in the rate of unemployment.(increase sebagai kata benda) - Parafrase:
The rate of unemployment **increased**.(increase sebagai kata kerja)
- Asli:
-
Contoh 2: Kata Sifat -> Kata Benda
- Asli:
The project was **successful**.(successful sebagai kata sifat) - Parafrase:
The project ended in **success**.(success sebagai kata benda)
- Asli:
-
Contoh 3: Kata Kerja -> Kata Benda
- Asli:
The government needs to **solve** the issue of pollution.(solve sebagai kata kerja) - Parafrase:
The government needs to find a **solution** to the issue of pollution.(solution sebagai kata benda)
- Asli:
Teknik ini menunjukkan fleksibilitas tata bahasa Anda dan sering kali menghasilkan kalimat yang lebih ringkas dan akademis.
Teknik 3: Mengubah Struktur Kalimat (Changing Sentence Structure)
Ini adalah teknik yang paling menunjukkan kemahiran bahasa. Anda mempertahankan ide-ide kunci tetapi menyajikannya dalam urutan atau struktur tata bahasa yang sama sekali berbeda.
Mengubah dari Aktif ke Pasif (Active to Passive Voice)
Sangat berguna untuk tulisan formal dan akademis, terutama ketika pelaku tindakan tidak penting.
- Asli (Aktif):
The government has implemented several new environmental policies. - Parafrase (Pasif):
Several new environmental policies have been implemented by the government.
Mengubah Urutan Klausa
Balikkan urutan klausa dependen dan independen dalam sebuah kalimat kompleks.
- Asli:
The company's profits declined **because the economy entered a recession**. - Parafrase:
**Because the economy entered a recession**, the company's profits declined.
Menggabungkan Semuanya: Contoh Parafrase Tingkat Lanjut
Kekuatan sebenarnya datang ketika Anda menggabungkan ketiga teknik ini. Mari kita ambil contoh kalimat pertanyaan IELTS:
- Kalimat Asli:
Many people believe that the increasing use of technology is having a negative impact on social interaction.
Langkah 1: Ganti Sinonim
Numerous individuals think that the growing usage of technology is having a detrimental effect on societal communication. (Sudah lebih baik, tapi masih terdengar mirip).
Langkah 2: Ubah Bentuk Kata
increasing use(adjective + noun) ->technology is increasingly used(adverb + verb)negative impact(adjective + noun) ->negatively impacts(adverb + verb)
Langkah 3: Ubah Struktur Kalimat (misalnya, gunakan klausa) Mari kita mulai dengan ide "dampak negatif".
- Parafrase Akhir (Menggabungkan semua teknik):
It is often argued that the way individuals interact socially has been negatively impacted by the ever-increasing use of technology.
Perhatikan perubahannya:
Many people believe->It is often argued(Struktur pasif, lebih akademis)social interaction->the way individuals interact socially(Perubahan struktur dan sinonim)is having a negative impact on->has been negatively impacted by(Perubahan ke passive voice dan present perfect tense)increasing use of technology->the ever-increasing use of technology(Sinonim + penekanan)
Kalimat akhir ini jauh lebih canggih, menyampaikan makna yang sama persis, dan menunjukkan rentang tata bahasa dan kosakata yang luas—semua yang dicari oleh examiner IELTS.
Mulai sekarang, saat Anda berlatih, jangan hanya membaca. Ambil satu kalimat dan tantang diri Anda untuk menulisnya kembali dengan tiga cara berbeda menggunakan teknik-teknik ini. Inilah cara "seni parafrase" menjadi kebiasaan alami.
